Senin, 31 Agustus 2009

Kita tidak seburuk itu!!

Atau mungkin,kita tidak akan seburuk itu andai saja kita punya harga diri. Harga diri seperti yang dimiliki para pendahulu kita,para pahlawan yang telah mewariskan kemerdekaan kepada kita.

Mereka tidak menggadaikan kemerdekaan bangsa mereka dengan “hanya” uang dan harta. Bahkan nyawa yang adalah harta mahluk hidup yang paling berharga,mereka pertaruhkan demi kemerdekaan kita.

Dulu,jangankan uang sekarung,uang se gudang pun mereka tolak apabila untuk itu mereka harus menjatuhkan harga diri bangsa mereka. Tapi sekarang apa?? Kita bertekuk lutut jika dihadapkan pada kertas bertuliskan “Rp”. Jangankan untuk menjatuhkan bangsa lain,untuk menjatuhkan bangsa sendiri saja kita mau. Seakan lakban masih kurang kuat apabila dibandingkan uang dalam urusan membungkam atau menutup mata.

Harga diri kita lebih berharga daripada uang,,ingatlah itu.

Untuk apa kita jadi semut,yang terlalu rajinnya,mengumpulkan makanan sampai tidak akan habis seandainya dimakan dalam setahun. Padahal hidup merekapun tidak sampai setahun.

Marilah kita membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Jangan kuatir kehilangan harta,karena saat kita membutuhkan sesuatu suatu saat nanti,orang yang kita bantu akan membantu kita kembali. Tapi yang jelas itu bukan mereka,yang telah menyelewengkan kata-kata pembangkit semangat kita,indonesia raya kita.

Marilah kita bangun kembali harga diri kita ,, kita hargai budaya kita,kita sayangi bangsa kita lebih dari kita menyayangi apapun termasuk uang.

Ika kita bersatu,bukan saja perdamaian dan kerukunan yang akan datang kepada kita.

Tetapi harta juga akan datang kepada kita dengan sendirinya,,

280809_21.10

Minggu, 30 Agustus 2009

Indonesia Tanah Airku,bukan tanah cairku!!!

Sakit,,jiwa dan ragaku,merasakan bumi pertiwiku di injak-injak. Mereka menyiksa rakyatku,mereka merebut pulauku,mereka mengklaim budayaku,dan mereka menerobos batas wilayahku.

Bahkan mereka menabrak kapal TNI ku,

Dan yang paling tak bisa di maafkan,mereka melecehkan lagu kebangsaanku!!!INDONESIA RAYAKU!!mereka bilang “tanah cairku,tanah tumpah muntahku’” bah!!! Tau apa mereka tentang kami?? Tau apa mereka tentang tumpah darah kami??apa mereka tahu apa yang sudak dilakukan pahlawan-pahlawanku di masa lalu untuk merebut kemerdekaan ini bagi kami?

Padahal seharusnya bulan ini kami merayakan suka cita kemerdekaan kami. Harusnya kami ber euforia bersama-sama,

Harusnya mereka besyukur karena para pendahulu kami bersedia mengajari para pendahulu mereka apa yang pada saat itu kami lebih tahu dan lebih mengerti daripada mereka. Tapi apa yang mereka lakukan sekarang?? Saat kami membutuhkan mereka untuk membantu kami keluar dari kehancuran ini,mereka malah semakin menghancurkan kami. Mana balas budi mereka??atau mereka memang bangsa yang tidak tahu balas budi?

tidak lagi hanya maaf yang kita butuhkan. Sudah berapa kali mereka bilang maaf?? Tapi hanya sebuah ucapan maaf kosong tanpa pembuktian. Mana buktinya??mana?? tetap saja mereka menyiksa saudara kita,menganggap rendah kita!!mulai dari reog,sampai tari pendet!!dari awalnya hanya melintas-lintas di perairan kita,sampai menabrak kapal patroli TNI kita,

Dari mulanya hanya menyebut kita bangsa indon,sampai pada akhirnya me mlesetkan INDONESIA RAYA KITA.

Sakiit sekali rasanya disini,di dadaku,tepat di atas jantungku,tepat di bawah bahu kiriku.tempat dimana biasanya aku meletakkan tangan kananku yang menggenggam hasduk merah putih ku saat aku menyanyikan indonesia raya.

Ingin rasanya menjerit!!memaki-maki mereka!!tapi apa daya??apa gunanya??aku hanya bisa menyuarakan ketidksetujuanku kepada kalian,teman-teman senasib sepenanggunganku. Dengan harapan kalian akan memiliki semangat membangun yang sama denganku pada akhirnya nanti.

Jangan biarkan mereka menganggap rendah kita!!

Mari bangkit dan segera hilangkan rasa sakit ini dari dada kita!!

Atau,dadaku,kalau kalian tidak merasa sakit juga. Bantu aku menghilangkan rasa sakit ini dari dadaku,,

I LUV.jpg

280809_21.08