Jumat, 03 Juni 2011

Esaiku Malang; di edit tanpa pemberitahuan

Desember tahun 2010, saya mengirimkan esai ke sebuah perusahaan surat kabar ternama, JP, di Indonesia. Saat itu surat kabar JP sedang menekankan apresiasinya pada kaum perempuan. Oleh karena itu halaman-halaman koran tersebut di dominasi warna merah jambu. Untuk lebih mendukung tema barunya tersebut JP menyelenggarakan lomba menulis esai bertemakan perempuan yang ditulis dalam 500 kata dengan hadiah jalan-jalan ke Amerika bagi 5 orang pemenang. Bagi pengirim yang esainya dimuat akan mendapat merchandise, katanya. Sebagai anak jurusan Sastra Inggris yang suka menulis, saya berminat sekali pada kompetisi berhadiah menggiurkan itu. Dan sayapun menulis ‘Over-Emansipasi di Indonesia Mendoktrin Wanita untuk Melangkahi Lelaki’ milik saya.

Minggu demi minggu saya menunggu tapi esai saya tidak dimuat juga. Saya putus asa dan akhirnya mengikhlaskan saja tulisan saya yang tak dimuat karena saya pikir mungkin esai saya tidak cukup baik untuk surat kabar sekelas JP, sampai suatu senin di bulan Maret, teman saya bertanya, “gimana Ri’, dapet merchandise apa dari JP?”

Saya yang memang dari awal tidak tahu kalau tulisan saya dimuat menanyai habis-habisan sang teman yang lupa pada edisi hari apa esai itu dipajang hingga dia sebal. Setelah mencari JP kemana-mana, ternyata saya tak juga dapat edisi yang ‘ada saya nya’ itu. Hari itu pun dengan cepat saya lupakan sampai hari ini.
Hari ini 2 Juni 2011.

Setelah berfacebook ria beberapa jam, saya membaca status teman yang menyuruh untuk mengoogle nama sendiri. Saya yang sudah pernah mencoba (dulu sekali) tapi tetap penasaran, seketika mengetik nama saya di google-mobile. KHOIROTUL AMANAH,, go!

Wow! Ternyata di website kampus ada nama saya sekaligus judul esai yang pernah saya tulis dan dimuat di JP itu!! Ternyata kampus saya mengupdate setiap karya mahasiswanya yang dimuat di surat kabar. Tapi.. kok KHOIROTUL AMANAH mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang, ‘OVEREMANSIPASI DI INDONESIA’ ?? hallloooo?? ‘Mendoktrin Wanita untuk Melangkahi Lelaki’ nya mana??

Saya membaca hasil posting itu dan.. OH MY GOD!! IT’S NOT MINE!! NOT THE REAL ONE THAT I SENT COUPLE MONTHS AGO. Esai saya sudah di utak-atik, diedit di sana-sini, beberapa bagian penting bahkan dihilangkan sehingga tidak mencerminkan gaya menulis dan inti yang saya maksud sama sekali.

Saya sangat kecewa dan merasa tidak dihargai. Kenapa perusahaan sebesar dan se-ternama itu melakukan hal yang melanggar hak cipta orang lain? Apa karena esai saya 544 kata, bukan 500 kata pas? Jika memang esai saya tidak sesuai kriteria, seharusnya tidak usah dimuat saja karena itu hanya untuk lomba menulis, bukannya memuat dan mengedit bagian-bagian tertentu tanpa seizin penulis asli (saya sendiri).
Atau kalau memang pihak surat kabar memaksa memuat, setidaknya di esai saya harus ditulis, ‘PENULIS: KHOIROTUL AMANAH, diedit oleh EDITOR JAWA POS tanpa sepengetahuan Penulis.’

chori

Minggu, 08 Mei 2011

hari yang melelahkan; mengurus SKCK penuh kesialan


Wahh,, nasib saya kurang beruntung sepanjang hari ini. Rencana ngurus SKCK terhambat gara gara;
1. Motorku dibawa adek (yang masih SD) sekolah
2. Minta duit ke bapak gak dikasih
Untuk masalah pertama, aku sebenarnya pengen pake pedah ontel adekku, tapi saying seribu saying bannya kemps. Padahal aku udah mompa ampek keringetan, tapi tetep aja gak mlenthu-mlenthu. Akhirnya, salah satu tetanggaku menawarkan pedah onthelnya buat dipinjem. Dan masalah pertamapun terselesaikan.
Masalah kedua, aku berangkat ke rumah embah uti dan pinjem duit Rp100.000,- . masalah kedua terselesaikan.
Tapi tak kusangka, nasib tak mujurku tidak berhenti disitu.
Pertama, sesuai dengan petunjuk yang diberikan teman2ku, aku butuh beberapa lembar fotokopi KTP dan KK. Jadi aku fotokopi KTP jadi 10 lembar dan KK jadi 10 lembar juga. Sekalian karena KK di rumah belum di laminating, jadi ku laminating juga. Total Rp3.500.

Kedua, sedianya aku mau ngeprint foto ke kidul pasar (lihat di peta), tapi, FLASHDISK ku ketinggalan. Walhasil, pulang dulu kerumah untuk mengambil flashdisk. Kemudian, kupikir2 lebih baik aku ngeprint foto di warnet saja karena lebih dekat dengan polsek, jadi lalu aku menggoes sepedaku ke warnet untuk ngeprint foto. Setelah di print,,, ALAMAKKK!!! Background foto yang asalnya merah jadi berwarna ungu!! Wah,, walaupun kecewa kulanjutkan saja perjalanan menyiksa di cuaca panas yang sudah berminggu-minggu ini tak pernah muncul (kenapa munculnya pas banget sama hari mengurus SKCK ku? T_T )

Ketiga, aku meluncur ke polsek wajak. Di polsek wajak, aku diberitahu bahwa aku harus ke RT, RW, dan kelurahan dulu. “dan satu lagi mbak!! Fotonya ndak boleh berjilbab lho ya,, “ kata pak polisi sambil tersenyum. AMPUUUUNNN!! Foto yang ku cetak tadi berjilbab.

Jadilah tujuanku yang ke empat adalah tukang foto di kidul pasar. Ku pancal sepedaku pelan2 ke kidul pasar, tapi saat tiba.. TUKANG FOTONYA TUTUP!! So aku pergi ke tukang foto kulon pasar. Gara2 muter2 sepedahan, fotoku hasilnya berminyak-minyak keringetan gimana gitu. Uggghhh.. dan aku musti bayar Rp30.000 (cring!!)

Tujuan kelima adalah ketua RT. Proses disana mudah dan lumayan hemat. Rp5.000 untuk sebuah surat pengantar RT.

Kemudian, ke pak RW. Ini malah lebih hemat lagi karena gratisssss tisss tisss!!

Selanjutnya, aku menyambangi balai desa wajak. Setelah menyerahkan surat pengantar RT/RW, KK dan KTP asli, surat pengantar dari desa ku dip roses oleh bapak petugas. Wahh,, aku menunggu lumayan lama sampai-sampai aku bertemu dengan 3 orang yang berbeda dan masing2 ngobrol panjang. (jujur saja ya,, aku belum pernah merasa se ramah ini sebelumnya. Wahahaww,, biasanya cemberut terus sama orang, tapi tadi ketawa ketiwi sok akrab banget). Sambil menunggu aku membaca pengumuman pembuatan SKCK. Di pengumuman itu tertera bahwa biaya administrasi pengurusan SKCK Rp10.000. bapak petugas kemudian memanggilku dan sebelum diberikan padaku, surat keterangan yang sudah jadi tersebut ditempeli fotoku (dibutuhkan 2 foto). “berapa pak?” aku basa basi ke bapak itu. “ pun njenengan beto mawon (sudah anda bawa saja)”. Hehe,, tapi karena sudah terlanjur membaca akhirnya kuberi saja uang Rp10.000 sesuai pengumuman sambil bilang “ini pak, di pengumumannya sepuluhribu.” Dan bapak mirip india itu tersenyum.

Waktunya menggoes lagi . menurut bapak di balai desa tadi, surat pengantar harus disampaikan ke kantor kecamatan. Tapi ternyata, saat sampai kecamatan kata mbak PSG, langsung ke polsek saja.

Akhirnya, tujuan akhirku-polsek. Di polsek, aku diminta menghadap ke ibu polwan yang mengurus administrasi. Surat pengantar kuberikan, dan bu polwan berkata dengan ramah dan lembut selembut softener, “ jadi karena bapak kapolsek sedang tindak, besok saja kamu ambil ya SKCK nya..”

ASTOGHFIRULLOHAL ‘ADZIIIIIIIMMMM… TIGA JAM AKU MANCAL MUTERI WAJAK, PANAS-PANAS SEPERTI INI.

Huff.. Wallohu A’lam. Semoga mimpiku bekerja di Indomaret bisa tercapai. Amiinn.

Minggu, 20 Februari 2011

Arema Menyatukan Kami


24 Maret 2009 bisa dibilang adalah salah satu hari keberuntunganku. Rabu maghrib itu, aku sedang dalam perjalanan pulang dari menyaksikan pertandingan sepakbola Arema vs Persijap di stadion Kanjuruhan Kepanjen (Indonesia Super League 09’). Tiba-tiba seorang Aremania ganjen yang sedang dibonceng temannya iseng merekamku yang sedang menyetir sendirian dengan kamera Nokia 7610nya. “Hai Mbak, boleh minta nomer HPnya gak? Buat kenang-kenangan nih,, kan nganem hari ini,” Godanya. “Penting ya?” jawabku ketus sambil mengakselerasikan laju motorku, menjauh darinya. Tapi mereka terus saja mengejar dan menggangguku yang sedang menyetir, ngeyel minta nomer HP. Karena aku takut terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan, akhirnya dengan pasrah aku menunjuk kaca helmku, yang memang aku tempeli sticker nomor HPku agar mereka cepat pergi. Saat itu, untuk pertama kalinya, Arema mempertemukanku dengan dia.
Tidak kusangka, pertemuan pertama yang sama sekali gak niat itu berakhir seperti ini; si Aremania ganjen itu telah menjadi pacarku selama 10bulan-an ini, dan semoga untuk seterusnya. Amin. Walaupun sempat putus selama sebulan di Mei 2009, tapi akhirnya kami balikan lagi bersamaan dengan Konvoi Akbar Aremania di awal Juni 2009. Lagi-lagi, Arema-lah yang menyatukan kami. Stadion Kanjuruhanpun, sampai saat ini merupakan tempat kencan wajib bagi kami. Semoga jodoh deh! Nama kami saja sudah kembar begini (Khoirotul Amanah dan Khoirul Anam).hehe,,.
Oleh Khoirotul Amanah
Wajak-Malang

Senin, 31 Agustus 2009

Kita tidak seburuk itu!!

Atau mungkin,kita tidak akan seburuk itu andai saja kita punya harga diri. Harga diri seperti yang dimiliki para pendahulu kita,para pahlawan yang telah mewariskan kemerdekaan kepada kita.

Mereka tidak menggadaikan kemerdekaan bangsa mereka dengan “hanya” uang dan harta. Bahkan nyawa yang adalah harta mahluk hidup yang paling berharga,mereka pertaruhkan demi kemerdekaan kita.

Dulu,jangankan uang sekarung,uang se gudang pun mereka tolak apabila untuk itu mereka harus menjatuhkan harga diri bangsa mereka. Tapi sekarang apa?? Kita bertekuk lutut jika dihadapkan pada kertas bertuliskan “Rp”. Jangankan untuk menjatuhkan bangsa lain,untuk menjatuhkan bangsa sendiri saja kita mau. Seakan lakban masih kurang kuat apabila dibandingkan uang dalam urusan membungkam atau menutup mata.

Harga diri kita lebih berharga daripada uang,,ingatlah itu.

Untuk apa kita jadi semut,yang terlalu rajinnya,mengumpulkan makanan sampai tidak akan habis seandainya dimakan dalam setahun. Padahal hidup merekapun tidak sampai setahun.

Marilah kita membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Jangan kuatir kehilangan harta,karena saat kita membutuhkan sesuatu suatu saat nanti,orang yang kita bantu akan membantu kita kembali. Tapi yang jelas itu bukan mereka,yang telah menyelewengkan kata-kata pembangkit semangat kita,indonesia raya kita.

Marilah kita bangun kembali harga diri kita ,, kita hargai budaya kita,kita sayangi bangsa kita lebih dari kita menyayangi apapun termasuk uang.

Ika kita bersatu,bukan saja perdamaian dan kerukunan yang akan datang kepada kita.

Tetapi harta juga akan datang kepada kita dengan sendirinya,,

280809_21.10

Minggu, 30 Agustus 2009

Indonesia Tanah Airku,bukan tanah cairku!!!

Sakit,,jiwa dan ragaku,merasakan bumi pertiwiku di injak-injak. Mereka menyiksa rakyatku,mereka merebut pulauku,mereka mengklaim budayaku,dan mereka menerobos batas wilayahku.

Bahkan mereka menabrak kapal TNI ku,

Dan yang paling tak bisa di maafkan,mereka melecehkan lagu kebangsaanku!!!INDONESIA RAYAKU!!mereka bilang “tanah cairku,tanah tumpah muntahku’” bah!!! Tau apa mereka tentang kami?? Tau apa mereka tentang tumpah darah kami??apa mereka tahu apa yang sudak dilakukan pahlawan-pahlawanku di masa lalu untuk merebut kemerdekaan ini bagi kami?

Padahal seharusnya bulan ini kami merayakan suka cita kemerdekaan kami. Harusnya kami ber euforia bersama-sama,

Harusnya mereka besyukur karena para pendahulu kami bersedia mengajari para pendahulu mereka apa yang pada saat itu kami lebih tahu dan lebih mengerti daripada mereka. Tapi apa yang mereka lakukan sekarang?? Saat kami membutuhkan mereka untuk membantu kami keluar dari kehancuran ini,mereka malah semakin menghancurkan kami. Mana balas budi mereka??atau mereka memang bangsa yang tidak tahu balas budi?

tidak lagi hanya maaf yang kita butuhkan. Sudah berapa kali mereka bilang maaf?? Tapi hanya sebuah ucapan maaf kosong tanpa pembuktian. Mana buktinya??mana?? tetap saja mereka menyiksa saudara kita,menganggap rendah kita!!mulai dari reog,sampai tari pendet!!dari awalnya hanya melintas-lintas di perairan kita,sampai menabrak kapal patroli TNI kita,

Dari mulanya hanya menyebut kita bangsa indon,sampai pada akhirnya me mlesetkan INDONESIA RAYA KITA.

Sakiit sekali rasanya disini,di dadaku,tepat di atas jantungku,tepat di bawah bahu kiriku.tempat dimana biasanya aku meletakkan tangan kananku yang menggenggam hasduk merah putih ku saat aku menyanyikan indonesia raya.

Ingin rasanya menjerit!!memaki-maki mereka!!tapi apa daya??apa gunanya??aku hanya bisa menyuarakan ketidksetujuanku kepada kalian,teman-teman senasib sepenanggunganku. Dengan harapan kalian akan memiliki semangat membangun yang sama denganku pada akhirnya nanti.

Jangan biarkan mereka menganggap rendah kita!!

Mari bangkit dan segera hilangkan rasa sakit ini dari dada kita!!

Atau,dadaku,kalau kalian tidak merasa sakit juga. Bantu aku menghilangkan rasa sakit ini dari dadaku,,

I LUV.jpg

280809_21.08