
Wahh,, nasib saya kurang beruntung sepanjang hari ini. Rencana ngurus SKCK terhambat gara gara;
1. Motorku dibawa adek (yang masih SD) sekolah
2. Minta duit ke bapak gak dikasih
Untuk masalah pertama, aku sebenarnya pengen pake pedah ontel adekku, tapi saying seribu saying bannya kemps. Padahal aku udah mompa ampek keringetan, tapi tetep aja gak mlenthu-mlenthu. Akhirnya, salah satu tetanggaku menawarkan pedah onthelnya buat dipinjem. Dan masalah pertamapun terselesaikan.
Masalah kedua, aku berangkat ke rumah embah uti dan pinjem duit Rp100.000,- . masalah kedua terselesaikan.
Tapi tak kusangka, nasib tak mujurku tidak berhenti disitu.
Pertama, sesuai dengan petunjuk yang diberikan teman2ku, aku butuh beberapa lembar fotokopi KTP dan KK. Jadi aku fotokopi KTP jadi 10 lembar dan KK jadi 10 lembar juga. Sekalian karena KK di rumah belum di laminating, jadi ku laminating juga. Total Rp3.500.
Kedua, sedianya aku mau ngeprint foto ke kidul pasar (lihat di peta), tapi, FLASHDISK ku ketinggalan. Walhasil, pulang dulu kerumah untuk mengambil flashdisk. Kemudian, kupikir2 lebih baik aku ngeprint foto di warnet saja karena lebih dekat dengan polsek, jadi lalu aku menggoes sepedaku ke warnet untuk ngeprint foto. Setelah di print,,, ALAMAKKK!!! Background foto yang asalnya merah jadi berwarna ungu!! Wah,, walaupun kecewa kulanjutkan saja perjalanan menyiksa di cuaca panas yang sudah berminggu-minggu ini tak pernah muncul (kenapa munculnya pas banget sama hari mengurus SKCK ku? T_T )
Ketiga, aku meluncur ke polsek wajak. Di polsek wajak, aku diberitahu bahwa aku harus ke RT, RW, dan kelurahan dulu. “dan satu lagi mbak!! Fotonya ndak boleh berjilbab lho ya,, “ kata pak polisi sambil tersenyum. AMPUUUUNNN!! Foto yang ku cetak tadi berjilbab.
Jadilah tujuanku yang ke empat adalah tukang foto di kidul pasar. Ku pancal sepedaku pelan2 ke kidul pasar, tapi saat tiba.. TUKANG FOTONYA TUTUP!! So aku pergi ke tukang foto kulon pasar. Gara2 muter2 sepedahan, fotoku hasilnya berminyak-minyak keringetan gimana gitu. Uggghhh.. dan aku musti bayar Rp30.000 (cring!!)
Tujuan kelima adalah ketua RT. Proses disana mudah dan lumayan hemat. Rp5.000 untuk sebuah surat pengantar RT.
Kemudian, ke pak RW. Ini malah lebih hemat lagi karena gratisssss tisss tisss!!
Selanjutnya, aku menyambangi balai desa wajak. Setelah menyerahkan surat pengantar RT/RW, KK dan KTP asli, surat pengantar dari desa ku dip roses oleh bapak petugas. Wahh,, aku menunggu lumayan lama sampai-sampai aku bertemu dengan 3 orang yang berbeda dan masing2 ngobrol panjang. (jujur saja ya,, aku belum pernah merasa se ramah ini sebelumnya. Wahahaww,, biasanya cemberut terus sama orang, tapi tadi ketawa ketiwi sok akrab banget). Sambil menunggu aku membaca pengumuman pembuatan SKCK. Di pengumuman itu tertera bahwa biaya administrasi pengurusan SKCK Rp10.000. bapak petugas kemudian memanggilku dan sebelum diberikan padaku, surat keterangan yang sudah jadi tersebut ditempeli fotoku (dibutuhkan 2 foto). “berapa pak?” aku basa basi ke bapak itu. “ pun njenengan beto mawon (sudah anda bawa saja)”. Hehe,, tapi karena sudah terlanjur membaca akhirnya kuberi saja uang Rp10.000 sesuai pengumuman sambil bilang “ini pak, di pengumumannya sepuluhribu.” Dan bapak mirip india itu tersenyum.
Waktunya menggoes lagi . menurut bapak di balai desa tadi, surat pengantar harus disampaikan ke kantor kecamatan. Tapi ternyata, saat sampai kecamatan kata mbak PSG, langsung ke polsek saja.
Akhirnya, tujuan akhirku-polsek. Di polsek, aku diminta menghadap ke ibu polwan yang mengurus administrasi. Surat pengantar kuberikan, dan bu polwan berkata dengan ramah dan lembut selembut softener, “ jadi karena bapak kapolsek sedang tindak, besok saja kamu ambil ya SKCK nya..”
ASTOGHFIRULLOHAL ‘ADZIIIIIIIMMMM… TIGA JAM AKU MANCAL MUTERI WAJAK, PANAS-PANAS SEPERTI INI.
Huff.. Wallohu A’lam. Semoga mimpiku bekerja di Indomaret bisa tercapai. Amiinn.