Minggu, 20 Februari 2011

Arema Menyatukan Kami


24 Maret 2009 bisa dibilang adalah salah satu hari keberuntunganku. Rabu maghrib itu, aku sedang dalam perjalanan pulang dari menyaksikan pertandingan sepakbola Arema vs Persijap di stadion Kanjuruhan Kepanjen (Indonesia Super League 09’). Tiba-tiba seorang Aremania ganjen yang sedang dibonceng temannya iseng merekamku yang sedang menyetir sendirian dengan kamera Nokia 7610nya. “Hai Mbak, boleh minta nomer HPnya gak? Buat kenang-kenangan nih,, kan nganem hari ini,” Godanya. “Penting ya?” jawabku ketus sambil mengakselerasikan laju motorku, menjauh darinya. Tapi mereka terus saja mengejar dan menggangguku yang sedang menyetir, ngeyel minta nomer HP. Karena aku takut terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan, akhirnya dengan pasrah aku menunjuk kaca helmku, yang memang aku tempeli sticker nomor HPku agar mereka cepat pergi. Saat itu, untuk pertama kalinya, Arema mempertemukanku dengan dia.
Tidak kusangka, pertemuan pertama yang sama sekali gak niat itu berakhir seperti ini; si Aremania ganjen itu telah menjadi pacarku selama 10bulan-an ini, dan semoga untuk seterusnya. Amin. Walaupun sempat putus selama sebulan di Mei 2009, tapi akhirnya kami balikan lagi bersamaan dengan Konvoi Akbar Aremania di awal Juni 2009. Lagi-lagi, Arema-lah yang menyatukan kami. Stadion Kanjuruhanpun, sampai saat ini merupakan tempat kencan wajib bagi kami. Semoga jodoh deh! Nama kami saja sudah kembar begini (Khoirotul Amanah dan Khoirul Anam).hehe,,.
Oleh Khoirotul Amanah
Wajak-Malang