Desember tahun 2010, saya mengirimkan esai ke sebuah perusahaan surat kabar ternama, JP, di Indonesia. Saat itu surat kabar JP sedang menekankan apresiasinya pada kaum perempuan. Oleh karena itu halaman-halaman koran tersebut di dominasi warna merah jambu. Untuk lebih mendukung tema barunya tersebut JP menyelenggarakan lomba menulis esai bertemakan perempuan yang ditulis dalam 500 kata dengan hadiah jalan-jalan ke Amerika bagi 5 orang pemenang. Bagi pengirim yang esainya dimuat akan mendapat merchandise, katanya. Sebagai anak jurusan Sastra Inggris yang suka menulis, saya berminat sekali pada kompetisi berhadiah menggiurkan itu. Dan sayapun menulis ‘Over-Emansipasi di Indonesia Mendoktrin Wanita untuk Melangkahi Lelaki’ milik saya.
Minggu demi minggu saya menunggu tapi esai saya tidak dimuat juga. Saya putus asa dan akhirnya mengikhlaskan saja tulisan saya yang tak dimuat karena saya pikir mungkin esai saya tidak cukup baik untuk surat kabar sekelas JP, sampai suatu senin di bulan Maret, teman saya bertanya, “gimana Ri’, dapet merchandise apa dari JP?”
Saya yang memang dari awal tidak tahu kalau tulisan saya dimuat menanyai habis-habisan sang teman yang lupa pada edisi hari apa esai itu dipajang hingga dia sebal. Setelah mencari JP kemana-mana, ternyata saya tak juga dapat edisi yang ‘ada saya nya’ itu. Hari itu pun dengan cepat saya lupakan sampai hari ini.
Hari ini 2 Juni 2011.
Setelah berfacebook ria beberapa jam, saya membaca status teman yang menyuruh untuk mengoogle nama sendiri. Saya yang sudah pernah mencoba (dulu sekali) tapi tetap penasaran, seketika mengetik nama saya di google-mobile. KHOIROTUL AMANAH,, go!
Wow! Ternyata di website kampus ada nama saya sekaligus judul esai yang pernah saya tulis dan dimuat di JP itu!! Ternyata kampus saya mengupdate setiap karya mahasiswanya yang dimuat di surat kabar. Tapi.. kok KHOIROTUL AMANAH mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Malang, ‘OVEREMANSIPASI DI INDONESIA’ ?? hallloooo?? ‘Mendoktrin Wanita untuk Melangkahi Lelaki’ nya mana??
Saya membaca hasil posting itu dan.. OH MY GOD!! IT’S NOT MINE!! NOT THE REAL ONE THAT I SENT COUPLE MONTHS AGO. Esai saya sudah di utak-atik, diedit di sana-sini, beberapa bagian penting bahkan dihilangkan sehingga tidak mencerminkan gaya menulis dan inti yang saya maksud sama sekali.
Saya sangat kecewa dan merasa tidak dihargai. Kenapa perusahaan sebesar dan se-ternama itu melakukan hal yang melanggar hak cipta orang lain? Apa karena esai saya 544 kata, bukan 500 kata pas? Jika memang esai saya tidak sesuai kriteria, seharusnya tidak usah dimuat saja karena itu hanya untuk lomba menulis, bukannya memuat dan mengedit bagian-bagian tertentu tanpa seizin penulis asli (saya sendiri).
Atau kalau memang pihak surat kabar memaksa memuat, setidaknya di esai saya harus ditulis, ‘PENULIS: KHOIROTUL AMANAH, diedit oleh EDITOR JAWA POS tanpa sepengetahuan Penulis.’
chori
Tidak ada komentar:
Posting Komentar